Monday, November 21, 2016

6 Fungsi Warna Makanan

Warna-warni pada makanan jelas mengundang selera. Tapi lebih dari itu, tiap warna mewakili kandungan gizi yang penting untuk tubuh. Penting sekali memvariasikan warna makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Warna adalah unsur sangat penting dalam urusan makanan, tidak hanya dalam hal daya tarik tapi juga dalam aspek gizi. Tiap warna makanan mewakili jenis gizi tertentu. Makanan berwarna merah memiliki gizi yang berbeda dari makanan yang berwarna hijau. Begitu juga dengan warna lain.

Pedoman sederhana ini berlaku terutama dalam urusan pangan nabati, yakni sayur dan buah. Dalam urusan pangan hewani, sebetulnya pedoman ini bisa juga diterapkan tapi lingkupnya lebih terbatas karena pangan hewani tidak sevariatif pangan nabati, berikut beberapa contohnya:

Merah Mengurangi Resiko Kanker

warna merah menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung likopen. Kelompok warna ini diwakili oleh tomat dan semangka, dua sumber likopen yang banyak kita konsumsi. Likopen adalah salah satu antioksidan yang memiliki fungsi mencegah penuaan dini, menjaga kesehatan jantung dan menurunkan resiko kanker.

Jingga Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Warna jingga atau oranye menunjukkan bahwa makanan itu banyak mengandung betakaroten. Kelompok ini diwakili oleh wortel, sumber utama betakaroten yang merupakan bahan bakuvitamin A. Setelah diserap oleh tubuh, betakaroten ini akan diubah menjadi vitamin A dengan berbagai manfaatnya, dua diantaranya adalah menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata.

Kuning Menyehatkan Mata

warna kuning menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung zeasantin. Kelompok warna ini diwakili oleh jagung muda, sumber zeasantin yang biasa kita gunakan sebagai sayur. Bersama luetin, zeasantin merupakan antioksidan penting untuk kesehatan mata. Di daftar makanan hewani, warna kuning ini diwakili oleh kuning telur, jadi tidak usah takut makan kuning telur karena makanan ini banyak mengandung zat gizi penting.

Hijau Menjaga Kesehatan Reproduksi

Warna hijau menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung banyak klorofil. Kelompok warna ini diwakili oleh brokoli dan bayam hijau. Mirip antioksidan, klorofil memiliki efek melawan radikal bebas dan menurunkan resiko kanker. Selain mengandung klorofil, sayuran yang warna hijaunya gelap biasanya juga banyak mengandung asam folat. Asam folat adalah salah satu vitamin penting untuk kesehatan reproduksi dan pertumbuhan sel-sel otak janin. Karena itulah ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi sayuran berwarna hijau tua saat hamil.

Biru Ungu Menyehatkan Jantung

warna biru sampai ungu menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung antosianin. Kelompok warna ini diwakili oleh ubi ungu atau anggur, sumber antosianin yang punya manfaat menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Pelangi Membuat Awet Muda

Semua jenis warna didalam pelangi biasanya mewakili kandungan antioksidan dari jenis yang berbeda-beda. Apapun jenisnya, antioksidan memiliki fungsi utama menjaga keremajaan sel-sel tubuh. Tidak hanya keremajaan sel-sel kulit tapi juga keremajaan ginjal, hati, jantung, dan lain-lain. Jadi, tidak hanya membuat kita kelihatan awet muda tetapi juga awet sehat sampai tua.

Selain warna mejikuhibiniu diatas, masih ada beberapa warna lain yang tak boleh dilupakan, seperti putih, hitam, atau cokelat. Sekalipun tidak menunjukkan kekhasan dalam kandungan nutrisinya, warna-warni ini tetap harus menjdai bagian dari diet kita sehari-hari karena setiap warna makanan mewakili nutrisi tertentu.

Contoh praktiknya, kalau kita hendak mengkonsumsi kacang, kita bisa menggilir berdasarkan warnanya, mulai dari kacang hijau, kacang merah (kacang tunggak atau kacang tolo), kacang berwarna kuning (kedelai), dan seterusnya. Begitu pula untuk menu nasi, kita bisa menggilir secara bergantian antara nasi beras putih, nasi beras merah, bisa juga ditambahi nasi kuning dari jagung, misalnya.

Para ahli gizi menyarankan kita unutk mengonsumsi paling tidak tiga macam warna dalam satu porsi makan, entah itu sarapan, makan isang, atau makan malam. Masing-masing kelompok warna memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Tidak ada satu pun kelompok makanan, baik kelompok nabati atau kelompok hewani, yang bergizi lengkap. Agar bisa memperoleh gizi makanan yang komplet, kita disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan warna sevariatif mungkin.

Variasi warna makanan bisa dilihat dari warna kulitnya, bisa juga dilihat dari warna bagian yang kita konsumsi. Meski begitu, akan lebih tepat jika pengelompokkan didasarkan pada bagian yang memang kita makan. Sebagai contoh, kulit semangka berwarna hijau, tetapi bagian daging yang kita konsumsi berwarna merah, itu berati semangka lebih tepat mewakili warna merah. Apalagi kandungan nutrisinya memang lebih mewakili kelompok merah (likopen) daripada kelompok hijau.

Terimakasih telah mengunjungi blog kami, semoga anda menyukai artikel Cara Memasak Tahu Dengan Paprika Yang Enak ini. Jangan lupa share artikel ini bila dianggap bermanfaat dan tetap kunjungi Kumpulan Resep Masakan untuk mendapatkan reserp-resep terbaru.

Top