7 FAKTA KOLESTEROL YANG TERLUPAKAN

Barangkali tidak ada zat gizi yang begitu dibenci melebihi kolesterol. Lihat saja artikel-artikel kesehatan yang selalu menekankan perlunya membatasi konsumsi kolesterol. Juga iklan-iklan produk makanan yang dipromosikan sebagai makanan sehat karena bebas kolesterol. Sehingga banyak diantara kita yang mengidentikkannya dengan penyakit.
Begitu gencarnya kampanye anti kolesterol sampai membuat kita lupa bahwa kolesterol sebetulnya adalah zat gizi penting. Sama seperti lemak, kolesterol adalah nutrisi yang sangat kita perlukan. Agar bisa berkawan akrab dengan kolesterol, kita perlu mengetahui beberapa sisi lain tentang zat gizi ini.
1. Kolesterol tidak perlu dipantang
Kita selama ini terbiasa mengkambinghitamkan makanan kalau kolesterol kita meningkat melebihi batas normal, biasanya yang teringat dikepala kita adalah berpantang makanan berlemak. Jarang sekali kita berpikir cara non-diet, misalnya olahraga. Padahal kalau dibandingkan satu lawan satu, bisa jadi cara kedua yakni olahraga lebih efektif daripada cara pertama yakni diet saja.
Kolesterol bukanlah zat gizi yang jahat, kita tak mungkin hidup tanpa kolesterol. Zat gizi ini diperlukan untuk membentuk sel-sel tubuh, memproduksi hormon, terutama hormon seks, vitamin D, cairan empedu, dan masih banyak lagi. Jadi sebetulnya kolesterol adalah nutrisi yang mutlak kita perlukan. Ia bisa jadi penyebab jantung koroner karena pola makan kita yang salah. Kita makan terlalu banyak denga gizi yang tidak seimbang. Inilah biang keladi sesungguhnya, bukan si kolesterol itu sendiri. Kolesterol tidak akan menjadi jahat kalau dikonsumsi sesuai kebutuhan, karena tidak ada makanan yang buruk, yang ada adalah pola makan yang buruk.
2. Tubuh bisa memproduksi sendiri
Masalah kolesterol tinggi adalah masalah kompleks. Ada banyak faktor yang menyebabkannya. Sebagian orang mengidapnya karena faktor genetik (keturunan) yang tidak bisa diubah lagi. Namun, sebagian besar masalah kolesterol adalah disebabkan oleh pola hidup kita. Salah satunya seperti yang sudah ita ketahui adalah banyak mengkonsumsi makanan beremak. Faktor ini tak perlu kita bahas karena semua orang sudah tahu itu.
Akan tetapi seandainya kita pun menghindari gorengan, berpantang daging dan santan, kita tetap saja bisa terkena masalah kolesterol. Inilah fakta yang tidak banyak kita sadari: 75% kolesterol dibuat sendiri didalam tubuh. Sementara sisanya 25% didapat dari makanan. Coba bandingan lebih banyak mana??
3. Karbohidrat tinggi bisa menaikkan kolesterol
Tubuh kita bisa memproduksi kolesterol sendiri dengan bahan baku lemak. Lemak sendiri bisa berasal dari mana saja. Bahkan karbohidrat pun bisa saja diubah menjadi lemak oleh tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi merupakan salah satu pencetus kenakan kadar kolesterol. Jadi kalau kita menjauhi goreng-gorengan, tetapi akan nasi dengan porsi jumbo atau gemar ngemil kue berbahan terigu atau minum minuman bergula tinggi, itu artinya sama saja boong.
Konsumsi gula yang tinggi merangsang tubuh memproduksi kolesterol, juga membuat tubuh tidak aktif membakar lemak. Dua mekanisme inilah yang menyebabkan gula, nasi, dan karbohidrat lain bisa menjadi pencetus kolesterol tinggi.
4. Diet tanpa olahraga tidak akan efektif
Berpantang goreng-gorengan tidaklah cukup, harus dibarengi juga dengan kebiasaan membakar lemak lewat latihan fisik. Namun perlu diingat bahwa aktifitas fisik hanya akan memacu pembakaran lemak kalau dilakukan secara gradual dan dalam waktu yang cukup lama. Contohnya berjalan kaki sejauh beberapa kilometer setiap hari.
Jika dilakukan secara rutin sampai menjadi kebiasaan sehari-hari , cara ini jauh lebih efektif daripada olahraga intensif yang hanya dilakukan sesaat, misalnya cuma sebulan. Kalau kita berolahraga intensif seperti badminton atau senam aerobik high impact tapi Cuma beberapa minggu, badan kita memang akan terasa lebih bugar, akan tetapi efek penurunan kolesterolnya belum bisa maksimal. Penurunan kolesterol adalah efek jangka panjang dari olahraga. Kalau ingin menjadikan olahraga sebagai obat penurun kolesterol, kita harus menjadikannya sebagai kebiasaan rutin.
5. Puasa menurunkan koleserol
Selain olahraga, cara lain yang sangat efektif untuk membakar lemak adalah puasa. Syaratnya, puasa yang kita lakukan memang benar-benar mengurangi makanan, bukan sekedar memindah jam makan seperti yang biasa kita lakukan setiap tahun. Salah satu cara gampang mengetahui efektivitas puasa adalah penurunan berat badan. Puasa yang baik biasanya diikuti oleh penurunan berat badan serta membaiknya profil lemak dan kolesterol.
Untuk menurunkan kadar kolesterol, jangan cuma terpaku pada gorengan, daging, santan, lemak, dan sejenisnya. Kegiatan membakar lemak harus mendapat perhatian yang sama besar. Pemasukan lemak memang harus diperhatikan, tetapi pengeluaran lemak juga harus mendapat perhatian yang sama. Ibarat membaca laporan akuntansi kita jangan hanya terpaku pada neraca pemasukan, tapi juga harus melihat pengeluaran.
6. Fokus ke tubuh bukan makanan
Dalam urusan kolesterol, kita selama ini terlalu fokus pada makanan bukannya okus pada tubuh kita. Lihat saja kebiasaan kita yang menghitung-hitung berapa kadar kolesterol dalam satu butir telur, satu potong ayam goreng, satu potong daging rendang, semangkuk soto atau gulai, dan sebagainya. Bahkan banyak diantara kita yang punya daftar lengkap kadar kolesterol tiap-tiap makanan.
Pengetahuan tentang kadar kolesterol dalam makanan memang sangat membantu. Akan tetapi fokus pada makan mestinya tidak boleh mengalihkan kita dari hal lain yang sangat penting yaitu tubuh kita sendiri. Tubuh kita pinya mekanisme pengendalian kolesterol yang sangat canggih. Ini harus dimanfaatkan.
7. Kuncinya diet gizi seimbang dan olahraga
Kalau kita kekurangan kolesterol, tubuh bisa membuat kolesterol dari lemak. Kalau kita banyak makan kolesterol, tubuh secara otomatis akan mengurangi produksinya. Makin banyak makanan yang kita santap, sekalipun makanan itu tidak mengandung kolesterol, akan makin banyak kolesterol yang diproduksi oleh tubuh kita.
Hal yang sama juga akan terjadi pada lemak. Kalau kita kekurangan lemak, tubuh akan membuat sendiri lemak dari karbohidrat. Inilah penjelasan mengapa orang yang menghindari minyak bisa saja kegemukan. Mekanisme ini juga yang menjelaskan kenapa orang yang sudah menghindari gorengan dan minyak masih terkena masalah kolesterol tinggi. Soalnya nasi pun bisa diubah menjadi lemak oleh tubuh kita. Lemak sendiri selanjutnya bisa diubah menjadi kolesterol.
Jadi fokus terhadap kolesterol makanan mestinya juga harus diimbangi dengan pertanyaan: bagaimana caranya supaya tubuh tidak banyak memproduksi kolesterol? Jawabannya jelas dengan olahraga rutin dan diet seimbang.
