Thursday, June 23, 2016

EFEK PUASA PADA TUBUH


Bulan puasa adalah bulan istimewa. Bukan saja karena nilai spiritualnya tetapi juga karena efeknya terhadap fisik dan mental kita. Perubahan pola makan yang sangat drastis akan mempengaruhi hampir semua organ tubuh kita mulai dari saluran cerna, peredaran darah, otot, hingga otak. Perubahan ini bisa positif, bisa pula negatif, tergantung dari cara kita menjalani puasa.

Berikut ini beberapa efek puasa pada tubuh kita:

LAMBUNG

Selama seharian penuh lambung akan kosong. Pada buan-bulan biasa, perut kondisi kosong bisa memicu kenaikan asam lambung dan menyebabkab sakit maag. Tapi efek buruk ini tidak terjadi selama puasa, karena otak sudah member tahu lambung bahwa makanan hanya akan masuk lagi ke lambung pada petang hari. Kondisi perut kosong yang terprogram seperti ini justru bisa melatih lambung kita menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah sakit maag. Asalkan tidak disertai sakit maag yang sudah parah, puasa bisa dilakukan siapa saja.

CADANGAN GULA

Makanan yang kita santap saat sahur kira-kira sudah akan habis sebelum jam makan siang. Setelah itu tidak ada penyerapan makanan lagi sampai petang hari. Kondisi ini akan menyebabkan suplai energi menjadi terhambat. Karena tidak mendapat pasokan energi dari perut, otot akan mencari sumber energi dari cadangan gula yang disimpan di otot dan hati. Perubahan ini akan menyebabkan tubuh menjadi lebih terlatih menggunakan energi alternative. Efek positifnya, metabolisme gula akan menjadi lebih baik. Itu sebabnya puasa pada orang sehat justru akan mencegah kemungkinan diabetes.

TIMBUNAN LEMAK

Wlaupun dalam keadaan puasa, tubuh kita setiap detik membutuhkan energy. Kalau energi dari cadangan gula ternyata tidak mencukupi, tubuh akan mencari sumber energi lain, yaitu cadangan lemak. Ini adalah efek baik karena bisa mengurangi timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan maupun tinggi lemak dan tinggi kolesterol. Tapi efek baik ini hanya akan terjadi kalau kita memang benar-benar berpuasa (mengurangi makanan), tidak sekadar memindahkan jam makan dari siang ke malam. Kalau di malam hari kita makan dalam jumlah banyak, kita tidak akan mendapatkan efek penurunan lemak dan penurunan kolesterol ini.

OTOT

Jika cadangan gula dan timbunan lemak sudah habis dibakar menjadi energi, tubuh akan mencari sumber energi lain, kali ini adalah massa otot. Kondisi ini akan terjadi kalau selama bulan puasa kita hanya makan sangat sedikit di malam hari. Otot kita tersusun dari protein dan lemak yang sama-sama bisa dibakar menjadi energi. Pada orang yang mengalami obesitas, efek ini terhitung efek menguntungkan karena bisa menurunkan berat badan secara signifikan. Tapi pada orang yang berat badannya ideal, kondisi ini menyebabkan badannya menjadi lebih kurus. Artinya gizi makanannya dimalam hari perlu ditambah.

USUS BESAR

Selama bulan puasa kita biasanya mengalami dehidrasi di siang hari. Selain menyebabkan badan lemas, kekurangan cairan juga bisa menyebabkan kesulitan buang air besar (BAB), apalagi jika menu sahur dan berbuka hanya mengandung sedikit serat. Ini salah satu efek kurang menguntungkan dari puasa. Tapi efek ini bisa kita kurangi dengan cara memperbanyak makan sayur dan buah serta minum air dimalam hari.

OTAK

Puasa tak hanya kegiatan fisik melainkan juga olah mental dan spiritual. Bahkan, kegiatan mental dan spiritual ini sebetulnya lebih penting. Puasa tidak hanya mengurangi makanan tapi juga mengendalikan pikiran. Saat perut lapar, otak memerintahkan tubuh untuk menahan produksi asam lambung walaupun ada makanan tersaji di meja. Saat dipancing amarah, kita terlatih menahannya. Maka puasa yang baik akan melatih otak kita menjadi lebih tenang menghadapi stres psikis.

METABOLISME GIZI

Tubuh manusia mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Puasa selama sebulan penuh menyebabkan tubuh melakukan banyak penyesuaian, terutama dalam hal penggunaan zat gizi. Hasil dari adopsi selama sebulan, tubuh pada akhirnya bisa lebih berhemat dalam menggunakan karbohidrat, lemak, protein, juga air. Ini efek yang menguntungkan sebab tubuh tidak boros makanan. Akan tetapi efek baik ini akan segera hilang jika kita terbiasa makan terlalu banyak saat malam hari selama Ramadhan atau kembali ke pola makan berlebihan begitu Ramadhan usai. Maka agar kita bisa mempertahankan semua efek positif puasa diatas, kita harus mempertahankan spirit puasa diluar bulan Ramadhan, yaitu makan secukupnya. Porsinya pas, komposisinya seimbang.

0 comments:

Post a Comment


Top