
Saat idul fitri kue adalah sajian wajib di meja tamu. Tanpa ada kue serasa bukan idul fitri rasanya. Nah tidak sedikit diantara kita yang sering mengalami kegagalan dalam pembuatan kue, mungkin semua bahan-bahannya sudah benar, akan tetapi banyak diantara kita yang masih sering melakukan kekeliruan dalam pembuatan kue sehingga kue menjadi tidak sempurna.
Berikut ini beberapa kekeliruan yang sering terjadi dalam pembuatan kue:
1. Cake turun padahal sudah mengembang ketika dioven.
Cake yang turun setelah mengembang di dalam oven disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:- Pengocokan telur terlalu engembang, sehingga ketika dioven, mengembang, tetapi mengempis setelah tidak terkena panas.
- Tepung terigu kurang jumlahnya
- Bantat
Bantat ditandai dengan adanya lapisan kuning bening di bagian bawah cake.
Pengocokan telur hanya dilakukan sampai mengembang, tidak ada gunanya melakukan pengocokan terus menerus lagi, toh kue punya batas pengembangan yang sesuai dengan jumlah tepung yang digunakan juga.
Tepng terigu yang kurang jumlahnya memang membuat cake menjadi lembut, tetapi juga membuat cake menjadi kurang tinggi. Oleh karena itu, kalau ingin lembut, tampilan cake memang akan merisit sedikit.
Merosotnya kue karena bantat biasanya diakibatkan pengadukan margarin yang kurang rata. Pengadukan ini memang sulit karena ada campuran air dan lemak yang memang sulit tercampur rata. Aduk kue dari bawah ke atas dengan teknin lipat. Spatula mengenai dasar wadah sehingga margarin yang mengendap dibawah teraduk keatas dan rata.
2. Kue tradisional melebar ketika selesai dikukus sehingga bentuknya tidak indah
- Bentuk yang melebar ini disebabkan kue dikukus dalam suhu yang terlalu tinggi.
- Lubang pengukus terlalu besar-besar.
- Sebaiknya pengukus sering-sering dibuka ketika mengukus kue tradisional tertentu seperti kue ku, kue bugis, atau kue jenis lainnya.
- Lubang pengukus yang terlalu besar membuat uap yang keluar terlalu banyak. Selain kue mangkok dan bolu kukus mekar, sebaiknya lubang pengukus kecil saja.
3. Cake melembung ditengah
Penyebabnya:- Terlalu banyak soda kue atau baking powder.
- Panas oven kurang merata
- Jangan bubuhi soda atau baking powder terlalu banyak supaya cake tidak melembung ditengah.
- Penambahan soda atau baing powder terlalu banyak juga dapat menyebabkan cake menjadi terasa seperti sabun.
4. Bolu gulung pecah ketika digulung
- Penyebabnya, temperatur oven terlalu rendah atau pengovenan terlalu lama.
- Komposisi bahan menghasilkan cake yang kurang lentur.
Temperatur oven yang terlalu rendah membuat cake harus dioven lama. Lamanya pengovenan membuat cake jadi kering karena penguapan yang rerjadi cukup banyak.
- Pengovenan yang terlalu lama menjadikan bolu gulung renyah. Kalau renyah sudah pasti akan pecah saat digulung.
- Pada pembuatan bolu gulung sebaiknya menggunakan banyak kuning telur dan sedikit tepung sehingga adonan menjadi lembut dan lentur.
0 comments:
Post a Comment