Monday, October 3, 2016

6 Makanan Yang Dapat Meningkatkan Proses Metabolisme


Setiap hari didalam tubuh kita terjadi proses metabolisme. Pada proses ini terjadi penguraian zat nutrisi yang bersumber dari makanan agar tubuh dapat berfungsi normal. Cepat lambatnya proses penguraian dalam setiap tubuh tidaklah sama.

Semakin cepat proses metabolisme berlangsung, semakin banyak lemak yang dibakar. Sebaliknya, metabolisme yang lambat akan menyimpan lebih banyak lemak dalam tubuh. Namun kita bisa kok menyiasatinya untuk memacu laju proses metabolisme. Salah satunya dengan memonitor asupan protein. Konsumsi protein sangat baik untuk meningkatkan proses metabolisme, sebab tubuh membakar lebih banyak kalori ketika mencerna protein ketimbang karbohidrat maupun gula. Berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan proses metabolisme.

1. Dada Ayam


Walaupun bersumber dari daging yang berlemak, daging ayam di bagian dada tak mengandung lemak. Justru kandungan proteinnya tinggi. Dalam setiap 100gram dada ayam mengandung 30 gram protein. Dari setiap kalori yang masuk, tubuh akan membakar sekitar 30% dari kalori yang masuk untuk mencerna protein. Jadi dibutuhkan 90 kalori untuk mencerna 300 kalori dari sepotong daging ayam bagian dada tanpa lemak.

Bagian dada ayam juga mengandung asam lemak omega 3 dan 6 yang masing-masing mengandung 60 mg dan 500mg, yang sangat baik untuk pembentukan otot. Kandungan zat besinya yang tinggi juga dapat mencegah proses metabolisme yang lambat. Pantas dijadikan menu wajib.

2.Salmon


Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi ikan salmon dapat membantu menurunkan berat badan. Kandungan protein dan asam lemak omega 3 dari daging ikan yang berwarna jingga kemerahan ini terbukti mampu mengurangi tumpukan lemak.
Kandungan asam lemak omega 3 juga dapat menurunkan kadar leptin tubuh, atau hormon yang berperan penting dalam mengendalikan berat badan. Sehingga memungkinkan tubuh membakar kalori lebih cepat.
Tak salah jika menjadikan salmon sebagai menu favorit. Selain rasa dagingnya yang sangat lezat, ikan yang rendah lemak dan kaya akan protein ini sangat membantu proses metabolisme dalam tubuh. Konsumsilah salmon dan ikan berprotein tinggi lainnya, setidaknya dua kali seminggu.

3.Putih Telur


Ketimbang kuningnya, ada beberapa alasan putih telur jauh lebih baik untuk dikonsumsi. Selain kandungan kalorinya yang hanya berjumlah 17, dibanding kuningnya 72 kalori, putih telur juga sumber protein yang tinggi. Tidak mengandung kolesterol atau lemak, bagian putih telur juga kaya akan asam amino. Kandungan ini merupakan bgian dari rantai cabang yang dapat memicu metabolisme tubuh. Putih telur juga menjadi sumber riboflavin atau vitamin B2 yang sangat membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

4.Produk Olahan Susu Rendah lemak

Ketika mengonsumsi produk olahan susu rendah lemak, nafsu makan dapat ditekan oleh kandungan proteinnya yang berkualitas tinggi. selain itu, produk susu yang rendah lemak juga kaya akan zat kalsium yang berperan penting dalam regulasi metabolisme energi. Dengan mengonsumsi produk olahan susu rendah lemak, seperti yogurt atau keju, dapat mencegah tubuh dari kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium nantinya dapat memicu pelepasan hormon yang disebut calcitrol, yang dapat merangsang penyimpanan lemak. Makanan ini juga merupakan sumber nutrisi tambahan yang sangat penting untuk kesehatan dan meningkatkan pemecahan lemak dalam sel lemak.

5.Makanan Pedas

Bersyukurlah bagi para penyuka makanan pedas. Sebab, rasa pedas mengandung kapsaisin, yaitu senyawa kimia yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh selain protein. Kandungan kapsaisin yang bersumber dari acbai atau paprika ini meningkatkan suhu internal tubuh dan meningkatkan denyut jantung. Sehingga sangat membantu tubuh untuk membakar lebih banyak kalori, yang berdampak juga pada penurunan berat badan.

6.Teh Hijau

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Physiology and Behavior" edisi April tahun 2010, kombinasi teh hijau serta kandungan kafein didalamnya membantu meningkatkan oksidasi lemak dan pemeliharaan berat badan. Pasalnya, kafein pada teh hijau yang merupakan stimulan alami berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung dan memicu proses metabolisme untuk membakar lemak. Teh hijau juga dapat merangsang penggunaan asam lemak, sehingga menghindari penyimpanan lemak. Karena dalam secangkir teh hijau mengandung sekitar 30 miligram kafein, kita perlu memperhatikan dosis konsumsinya juga.

0 comments:

Post a Comment


Top